Sebelum Menikah, Bicarakan Faktor ini dengan Pasangan

Telah seberapa tak jarang kamu mendapat pertanyaan dari kerabat dekat "kapan nikah?" Pertanyaan ini kerap kali rutin ada saat peristiwa kumpul keluarga besar atau kawan-kawan yang telah lama tak berjumpa.

Mungkin ada yang risih dengan pertanyaan tersebut atau ada juga yang santai saja menanggapi pertanyaan yang telah tak jarang dijadikan 'meme' tersebut. Bagaimanapun respons kamu ketika mendapat pertanyaan tersebut, kami harus sama-sama mengakui bahwa menikah bukanlah sesederhana mengucapkan 'I love you' kemudian bisa langsung sah.

Sebelum Menikah, Bicarakan Faktor ini dengan Pasangan

Ada proses-proses yang harus kamu dan pasangan lalui terlebih dahulu apalagi melibatkan keluarga besar masing-masing pihak. Menikah berarti kami bicara sebuahperistiwa penting dalah nasib seseorang di mana ini adalah jenjang hubungan yang diharapkan setiap pasangan yang telah mantap memutuskan untuk nasib bersama.

Kenasiban bersama pasti tak sama ketika tetap sendiri atau single aka jomblo, apalagi bila kami bicara kondisi keuangan. Pasti keuangan kamu tak bakal sama lagi bila telah menikah, di mana kamu bisa mengeluarkan sejumlah uang dengan kemauan kamu sendiri, tetapi ketika telah menikah faktor itu tak semudah dulu.

Sebab ketika menikah kami bakal bicara mengenai kebutuhan nasib keluarga yang harus tercukupi untuk sekarang dan untuk masa depan. Supaya kebutuhan nasib tercukupi, maka butuh didukung oleh kondisi keuangan yang sehat pula.

Untuk itu, sejak awal kamu dan pasangan seharusnya telah saling mengenal kondisi keuangan masing-masing supaya tak terjadi salah paham nantinya.

Telah tak sedikit fakta dan survei yang menunjukkan bahwa persoalan keuangan adalah faktor paling besar pemicu perpersoalanan pasca pernikahan. Oleh sebab itu, kami bakal mengulas berbagai faktor yang seharusnya kamu mulai bicarakan dengan pasangan kamu sebelum menikah.

Jujur mengenai Penghasilan
Saat ini kami bisa menonton di sekeliling kami bahwa bekerja tak memandang tipe kelamin lagi. Baik pria atau wanita telah bisa nasib mandiri sebab mempunyai penghasilan masing-masing. Maka kami tak butuh tabu untuk berkata mengenai uang.

Terus kamu merasa tabu atau menutup diri mengenai keuangan, berarti sama saja kamu menyimpan 'bom waktu' dalam pernikahan anda. dengan kamu saling jujur mengenai penghasilan kamu setiap bulan, kamu bisa menentukan bagaimana mengelola keuangan pada saat menikah nanti.

Nasib bersama berarti nasib saling tahu satu sama lain tergolong keuangannya, baik dari penghasilan ataupun juga utang yang dimiliki. Jangan hingga seusai menikah baru mengenal jumlah utang yang dimiliki, ini bisa menjadi sumber keributan lhoo.

Tidak sedikit yang terjadi ketika utang tak diceritakan dari awal dan baru diketahui ketika telah menikah, apalagi bila kelak anggaran pernikahan bersumber dari utang tanpa sepengetahuan pasangan, wah bisa kebayang kan keributan apa yang terjadi.

Dengan keterbukaan sedari awal, maka bakal lebih mudah untuk menuturkan mengenai besaran alokasi untuk kebutuhan nanti, tergolong membikin rekening bersama atau tidak, juga besaran bayar kebutuhan harus setiap bulannya, ini tergolong yang harus kamu bicarakan dengan pasangan.

Tujuan Keuangan
Setiap kami mempunyai tujuan keuangan yang tak sama. Nah dengan kamu menuturkan faktor tersebut ke pasangan anda, ini menjadi penyelarasan yang penting jadi bisa menentukan prioritas supaya lebih fokus untuk mencapainya.

Contoh, pria ingin membeli kendaraan terlebih dahulu, tetapi wanita ingin mempunyai rumah dahulu, ada lagi yang ingin melanjutkan pendidikan terlebih dahulu, nah bagaimana mencapainya? Maka hal-hal semacam ini harus kamu bicarakan dari sekarang, jadi bisa menentukan prioritas langkah selanjutnya.

Dengan adanya tujuan keuangan yang selaras tadi, kami bakal terus termotivasi dalam bekerja dan mencapai tujuan tersebut. Inilah salah satu yang menjadi pemacu kamu dalam bekerja dan semoga dengan mempunyai tujuan keuangan yang jelas dari awal disertai komitmen bersama, bisa segera terealisasi.

Ingat bahwa tujuan keuangan kamu seusai menikah telah menjadi tujuan keuangan bersama, bukan lagi tujuan keuangan individu, jadi harus kamu rundingkan bersama. Bila kamu bimbang bagaimana menentukan dan mempersiapkan bakal lebih baik juga memakai bantuan jasa profesional semacam seorang perencana keuangan.

Sebelum Menikah, Bicarakan Faktor ini dengan Pasangan Rating: 4.5 Diposkan Oleh: fagundes